Click for Irbid, Jordan Forecast

HUBUNGI SAYA DI hjhgenius@gmail.com UNTUK KETERANGAN LANJUT!!!
Click Here to Visit malaysia blog blogger

Puasa Bagi Wanita Hamil

Selasa, Mac 02, 2010


Pendapat-pendapat Fukaha
Ahli ilmu berbeza pendapat dalam menyikapi persoalan ini, ke dalam enam pendapat :
Pendapat pertama : Jika wanita hamil atau menyusui hanya mengkhawatirkan anak mereka saja, maka mereka harus mengqadha puasa dan membayar fidyah. Ini adalah pendapat para ulama mazhab Syafie, berdasarkan yang kuat dan disandarkan dalam mazhab mereka, dan pendapat para ulama mazhab Hambali. Pendapat ini juga diutarakan oleh Mujahid, dan diriwayatkan dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan Athaâ
Ibnu Umar pernah ditanya mengenai wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya. Dia berkata, "Dia boleh berbuka, dan memberi makan orang miskin dengan satu mud (sekitar 543 gr) gandum sebagai ganti satu hari berpuasa"
Pendapat kedua : Wanita hamil wajib mengqadha puasa saja dan tidak wajib membayar fidyah. Sedangkan wanita menyusui wajib mengadha puasa dan membayar fidyah. Ini adalah pendapat para ulama mazhab Maliki. Pendapat ini diutarakan oleh Laits. Dan ini adalah salah satu pendapat asy-Syafie dalam kitab al Buwaithi (al-mawardi, al-Hawi, jilid III,hlm 437)
Pendapat ketiga : wanita hamil dan menyusui hanya wajib membayar fidyah, dan tidak wajib mengqadha' puasa. Pendapat ini diriwayatkan dari Ubnu Abbas, Ibnu Umar, Said bin Jabir, Qasim ibn Muhammad, dan kelompok ulama. Dan ini adalah salah satu riwayat dari Ishaq ibn Rahawiah. Masing-masing dari Said ibn Jabir, Athaa dan Ikrimah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan sanad yang hasan bahwa wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan memberi makan orang miskin, tidak wajib atas mereka qadha.
Pendapat keempat : wanita hamil dan menyusui tidak wajib mengqadha puasa dan tidak pula membayar fidyah. Ini adalah pendapat Ibnu Hasan azh-Zhahiri.
Pendapat kelima : memberikan pilihan. Jika wanita hamil dan menyusui mau memberi makan orang miskin, maka mereka berdua tidak wajib mengqadha puasa. Dan jika mereka mengqadha puasa, wajib mereka tidak wajib memberi makan orang miskin. Ini adalah pendapat Ishaq ibn Rahawiah.
Pendapat keenam : wanita hamil dan menyusui wajib mengqadha puasa saja. Mereka tidak wajib membayar fidyah. Ini adalah pendapat para ulama mazhab Hanafi. Ini adalah juga pendapat asy-Syafie dan al-Muzani dari mazhab Syafie. Pendapat ini diriwayatkan dari Haasan al-Bashri, al Auzae, Athaâ, az Zuhri, Said ibn Jabir, Dahahhak, Rabiâh, ats Tsauri, abu Ubaid, Abu Tsaur, ashhab ar-rayi (para pengikut aliran rasionalis dalam mazhab Hanafi). Dan Ibu Mundzir. Dan ini adalag pendapat ath-Thabari.
Al Auzai berkata, Mengandung dan menyusui dalam pandangan kami adalah penyakit. Mereka wajib mengqadha puasa dan tidak wajib memberi makan orang miskin.
Pendapat yang kuat :
Setelah memaparkan pendapat-pendapat fukaha dan dalil-dalil mereka, jelaslah yang kuat adalah wajibnya qadha saja atas wanita hamil dan menyusui, tanpa membayar fidyah, berdasarkan kuatnya dalil-dalil penganut pendapat-pendapat ini dan lemahnya dalil-dalil penganut pendapat-pendapat yang lain. Ini dalam kondisi wanita hamil dan menyusui mampu mengadha. Jika mereka tidak mampu mengqadha, maka hukum dipndahkan kepada pengganti, yaitu membayar fidyahdengan memberi makan satu orang miskin sebagai ganti satu hari puasa.
Perlu diperhatikan bahwa wanita hamil dan menyusui tidak boleh berbuka kecuali jika mereka tidak mampu berpuasa kecuali disertai dengan beban yang berat dan kesulitan yang membahayakan. Dan barang siapa mampu berpuasa tanpa kesulitan yang membahayakan, maka puasa wajib atasnya.
FYI, dalam sebuah studi kedokteran yang berjudul .Beberapa Perubahan Kimiawi yang Terjadi Karena Berpuasa Pada Wanita Hamil dan Menyusui, yang dipersembahkan oleh tiga orang spesialis dalam Konferensi Mukjizat Kedoktoran dalam Al-Qurân Al-Karim yang diadakan di Kairo bulan Muharram 1406H, disebutkan : telah didapatkan bahwa presentasi gula dalam darah tidak terpengaruh secara signifikan pada wanita hamil dan menyusui, jika dibandingkan dengan wanita biasa. Didapatkan juga bahwa presentase lemak naik pada wanita hamil, tapi pada batas yang wajar.

0 ulasan:

Related Posts with Thumbnails

Ukur Kelajuan Blog Anda

Your domain(s): Enter each address on a new line (Maximum 10)
 
(eg: hjhgenius.blogspot.com.)    
 

 
AHLEN © 2008 Por Dekma