Click for Irbid, Jordan Forecast

HUBUNGI SAYA DI hjhgenius@gmail.com UNTUK KETERANGAN LANJUT!!!
Click Here to Visit malaysia blog blogger

Perkembangan Anak dalam kandungan 2

Sabtu, Mac 27, 2010

Perkembangan positif kecerdasan anak adalah sejak dalam kandungan itu boleh terjadi dengan memperhatikan banyak hal.


Pertama, biologis (fizik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar dipenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Ertinya, protein, karbohidrat, dan mineralnya dipenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kelengkapan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fizik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi.
Tapi, memang di indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya--boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeza dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualiti, kerana orang tua seakan tidak bersedia dalam segala hal untuk memelihara anaknya.


Faktor kedua adalah kekurangan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam erti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, perkembangan bayi tidak akan optimal. Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya. Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa dibebani dan khuatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya.


Selain itu, ada faktor psikologi yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, iaitu apakah si ibu hamil menikah secara rasmi atau kahwin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara isteri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu.
Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,


Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.
Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbeban, gelisah, dan stress, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu,mendengarkan ayat2 suci kepada bayinya dan sebagainya. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeza jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, kerana itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi.
Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi.
Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.
Sudjatmiko juga menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, iaitu tiga faktor tadi.


Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak perkembang, bukan hanya menjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak.
Bahkan,bayi masih dalam kandungan boleh stimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan telusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim.


bagi umat islam mereka (ibu2 mengandung) akan memperdengar ayat2 suci kepada kandungan mereka supaya anak2 mereka menjadi insan yang berakhlak mulia,taat pada agama serta dijauhkan pada godaan syaitan.

0 ulasan:

Related Posts with Thumbnails

Ukur Kelajuan Blog Anda

Your domain(s): Enter each address on a new line (Maximum 10)
 
(eg: hjhgenius.blogspot.com.)    
 

 
AHLEN © 2008 Por Dekma